Operator Judol China-Kamboja Digaji Rp7 Juta hingga Rp10 Juta per Bulan
JAKARTA, iNews.id - Bareskrim Polri membongkar sindikat judi online (judol) jaringan China-Kamboja di Indonesia. Terungkap bahwa, para operator judol tersebut digaji hingga Rp10 juta per bulan.
Menurut Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro pengelola server marketing judol dibantu oleh beberapa operator. Mereka paling kecil digaji Rp7 juta per bulan hingga Rp10 juta setiap bulannya.
“Para pengelola server marketing judi online dibantu oleh para operator-operator yang di mana digaji per bulan Rp7 juta hingga Rp10 juta per bulannya," katanya dalam keterangan, Minggu (20/7/2025).
Lebih lanjut, Djuhandhani menjelaskan bahwa para sindikat judol tersebut berhasil mengantongi Rp20 miliar. Jumlah itu didapat dalam waktu 10 bulan saja.
Duh! Mensos Ungkap Ada Penerima Bansos yang Transaksi Judol hingga Rp3 Miliar
"Keuntungan yang didapat oleh pengelola server marketing judi online di masing-masing lokasi penangkapan sekitar Rp15-20 miliar dalam jangka waktu kurang lebih 10 bulan," ungkap dia.
Duh! Sindikat Judol Jaringan China-Kamboja Raup Ratusan Miliar dalam Setahun
Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri membongkar sindikat judol jaringan China-Kamboja. Polisi berhasil menangkap 22 tersangka.
Adapun, 22 tersangka yang diamankan oleh Subdit III Jatanras Dittipidum Bareskrim Polri, ditangkap di sejumlah daerah berbeda seperti, Kabupaten Bogor, Kota Tangerang, Kota Bekasi, dan Denpasar, Bali.
“Dari penindakan tersebut, tim mengamankan 22 orang tersangka dan barang bukti," kata Djuhandhani dalam keterangannya, Sabtu (19/7/2025).
Djuhandhani melanjutkan, pengelola server judol dibantu operator membuat 500 akun WhatsApp untuk menjaring korban dengan cara, mengirim ribuan pesan ajakan bermain judi online di situs Akasia899 dan Tanjung899.
Editor: Puti Aini Yasmin