NTT Masuk Top 5 Inflasi Terendah Nasional, Gubernur Dorong Kemandirian Ekonomi
Gubernur Melki juga menyinggung pelibatan petani, nelayan dan peternak dalam program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) lewat koperasi lokal.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT Agus Sistyo Widjajati mengungkapkan pencapaian inflasi di bawah 2% menjadi sebuah kemajuan besar, mengingat sebelumnya NTT kerap masuk daftar provinsi dengan inflasi tertinggi.
Namun dia juga mengingatkan perlunya pengawasan terhadap inflasi di lima daerah indikator, yakni Kota Kupang, Ngada, Timor Tengah Selatan, Maumere dan Waingapu. Lima komoditas utama penyumbang inflasi yakni beras, aneka cabai, bawang merah, kopi bubuk dan ikan.
Agus mendorong peningkatan produktivitas petani melalui teknologi pertanian modern, peningkatan kapasitas SDM, serta hilirisasi produk pertanian.
Sementara itu, Deputi III Badan Pangan Nasional Andriko Noto Susanto mengungkapkan NTT memiliki potensi besar dalam mewujudkan ketahanan pangan. Terdapat lebih dari 384.000 hektare lahan sawah dan lebih dari 1,8 juta hektare lahan kering yang belum digarap optimal, ditambah 100.000 hektare lahan modern dan 10.000 hektare tambak garam.