MUI Minta Setop Polemik Ceramah JK: Tutup Celah Adu Domba
JAKARTA, iNews.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar polemik potongan ceramah Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) mengenai konflik Ambon dan Ambon untuk dihentikan. Hal itu demi menjaga harmoni di tengah masyarakat.
Perdebatan yang berlarut-larut di ruang publik dinilai sudah tidak produktif dan justru berisiko mengoyak rajutan kerukunan umat beragama yang telah dibangun bersama.
“Mari kita tutup celah adu domba dan kembali fokus pada agenda kebangsaan yang lebih strategis," kata Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Zainut Tauhid dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
MUI meyakini, JK merupakan tokoh bangsa yang memiliki jasa besar dalam sejarah perdamaian Indonesia. Pernyataan JK perlu dipahami dalam konteks sejarah yang utuh dan komprehensif, bukan sebagai upaya menghidupkan sentimen negatif.
Abu Janda dan Ade Armando Dipolisikan gegara Unggah Potongan Video Ceramah JK
“Kami memandang pentingnya pelurusan konteks agar masyarakat tidak terjebak pada interpretasi yang menyimpang dari maksud aslinya,” katanya.
Zainut juga mengungkapkan, MUI memandang sejarah perjalanan bangsa hendaknya diletakkan sebagai sumber kearifan untuk memperkuat fondasi kebangsaan.
MUI mengimbau masyarakat luas untuk mengedepankan sikap husnuzan (prasangka baik) dan membudayakan tabayun (klarifikasi) terhadap setiap informasi yang beredar.
“Di tengah derasnya arus informasi media sosial, kita jangan mudah terprovokasi oleh narasi yang terfragmentasi. Mari kita lihat setiap pernyataan dari kacamata persatuan yang lebih luas,” katanya.
Editor: Reza Fajri