Muhammadiyah Dorong Penguatan Tata Kelola MBG, Siap Jadi Mitra Strategis
Yamin menegaskan Muhammadiyah terus mendorong peningkatan profesionalisme sumber daya manusia, penguatan sistem pengawasan, serta tata kelola yang lebih baik dalam pelaksanaan MBG.
"Tata kelola yang baik dan akuntabel menjadi kunci agar tujuan mulia program ini dapat tercapai secara optimal," katanya.
Muhammadiyah juga menetapkan tiga pilar utama yang harus menjadi standar dalam pengelolaan MBG. Pertama, keamanan pangan yang mencakup aspek halal, tayib, dan aman dikonsumsi. Kedua, tata kelola yang amanah dan profesional. Ketiga, pengembangan ekosistem yang berkelanjutan.
Menurut Yamin, keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas sistem yang dibangun untuk menjamin program berjalan secara konsisten dan bertanggung jawab.
Karena itu, penguatan kapasitas pengelola, pengawasan berkala, serta transparansi dalam pengelolaan program harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari implementasi MBG.
Dengan jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang tersebar di sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial, Muhammadiyah memiliki pengalaman dan kapasitas untuk turut berkontribusi dalam menyukseskan program tersebut.
Yamin berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing di masa depan.
Editor: Rizky Agustian