MPStore Raih Penghargaan Digital Innovation for Sustainable Impact di iNews Digital Innovation Awards 2026
Ia menyampaikan, trofi yang diterima MPStore malam itu sejatinya milik setiap pemilik warung, pedagang kecil, dan pelaku UMKM yang selama ini menyuarakan keluhan, mengirim pesan, atau secara terus terang mengatakan kepada tim MPStore bahwa ada fitur yang belum berfungsi sebagaimana mestinya untuk bisnis mereka.
“Honestly? This trophy belongs on the shelf of every warung owner, every small trader, every UMKM merchant who ever complained to us, messaged us, or told us bluntly: ‘This feature doesn’t work for my business.’ Because that’s where our innovation actually comes from,” lanjutnya.
Menurut Abdul Muidz Aad, inovasi yang dilakukan MPStore tidak lahir dari ruang rapat, bukan dari deck strategi yang dipresentasikan di papan tulis, dan bukan pula dari satu sosokdi puncak perusahaan. “Not from a boardroom. Not from a strategy deck. Not from me,” tegasnya.
Dari Surabaya hingga Makassar: Suara Merchant yang Membentuk Produk
Abdul Muidz Aad memberikan ilustrasi konkret bagaimana setiap fitur MPStore terbentuk. Inovasi datang dari seorang pedagang di Surabaya yang membutuhkan proses restock barang yang lebih cepat. Dari pemilik warung di Makassar yang mempertanyakan mengapa proses rekonsiliasi penjualan harus menghabiskan dua jam setiap malam. Inovasi juga datang dari ribuan mikro pengusaha di seluruh penjuru Indonesia yang cukup percaya untuk mengatakan apa yang rusak dan terus kembali setelah masalah itu diperbaiki.
“It comes from a merchant in Surabaya who needed faster stock restocking. From a warung owner in Makassar who asked why reconciling sales took her two hours every night. From thousands of micro entrepreneurs across Indonesia who trusted us enough to tell us what was broken and kept coming back after we fixed it,” paparnya.