Momen Mengharukan Pelajar di Malang Masuk Islam di Hadapan 6.000 Peserta Ceramah Dr Zakir Naik
"Kami sudah menyampaikan beberapa rule yang disampaikan ke Dokter Zakir. Jadi sebelum beliau ceramah di Malang memulai ceramah beliau tidak boleh menyentuh itu, bersinggungan dengan agama lain, membandingkan agama, membandingkan aqidah, itu kami sampaikan tidak boleh, dan Alhamdulillah malam ini tidak terbukti pernyataan-pernyataan tersebut," katanya.
Hal ini sekaligus menepis kekhawatiran sekelompok warga yang sempat menolak kehadiran ulama Dr Zakir Naik, akibat adanya tuduhan ceramah-ceramah kontroversial. Dia pun memastikan bila ada sejumlah peserta non muslim yang memutuskan mualaf itu bukan dari paksaan, tapi atas kesadaran sendiri.
"Alhamdulillah sampai dengan saat ini tidak ada yang terjadi kekhawatirannya. Insya Allah kalau dengan ceramah tidak ada yang terlalu melenceng. Kedua terkait dengan ketakutan dan keributan, Insya Allah dengan sistem penjagaan dan relawan yang sudah terlibat acara ini semua berjalan lancar dan lebih santun," ujarnya.
Sementara itu, Faris salah satu peserta ceramah asal Tunisia menyatakan, bersyukur bisa mendengarkan kajian langsung dari Zakir Naik. Selama ini dia begitu mengidolakan sosok ulama asal India yang terkenal dengan memiliki kemampuan menguasai kitab-kitab suci agama lain selain Islam.
"Beliau ini kan punya ilmu, tahu kitab-kitab asli agama lain, jadi landasannya ketika berargumen itu kitab suci, sumber-sumber agama yang ada," ujar Fariz, yang merupakan mahasiswa asing di UIN Malang.
Editor: Dani M Dahwilani