Minum Oli Bikin Stamina Kuat? Dokter: Sangat Menyesatkan!
Selain itu, rendahnya literasi kesehatan masyarakat turut memperparah kondisi. Banyak orang belum mampu membedakan informasi berbasis bukti ilmiah dengan sekadar testimoni atau pengalaman pribadi yang belum tentu benar.
Menurut Dicky, fenomena ini tidak bisa dipandang remeh karena berpotensi menimbulkan dampak luas dalam konteks kesehatan masyarakat. Ia mengingatkan adanya risiko social contagion effect, yaitu kecenderungan perilaku berbahaya untuk ditiru secara massal.
"Kalau dibiarkan, ini bisa memicu klaster keracunan massal dan membebani fasilitas kesehatan seperti IGD dan ICU," ujarnya.
Dia menambahkan, kasus serupa pernah terjadi di berbagai negara saat pandemi Covid-19, ketika masyarakat terpengaruh misinformasi dan mengonsumsi zat berbahaya seperti desinfektan, metanol, hingga cairan pemutih.
Akibatnya, banyak korban mengalami keracunan akut, gagal napas, kerusakan organ, bahkan kematian.
Belajar dari pengalaman tersebut, Dicky menekankan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi dari pemerintah dalam menghadapi penyebaran informasi menyesatkan.
Klarifikasi berbasis sains, kata dia, harus segera disampaikan kepada publik agar tidak kalah cepat dari laju misinformasi di media sosial.