Minum Oli Bikin Stamina Kuat? Dokter: Sangat Menyesatkan!
Dia menyoroti, konten ekstrem yang menyebar luas sering kali dianggap sebagai bukti kebenaran, terutama ketika mendapatkan banyak respons dari pengguna lain.
"Banyak yang menganggap like dan share sebagai validasi, padahal itu bukan bukti ilmiah," tegasnya.
Selain itu, rendahnya literasi kesehatan masyarakat turut memperparah kondisi. Banyak orang belum mampu membedakan informasi berbasis bukti ilmiah dengan sekadar testimoni atau pengalaman pribadi yang belum tentu benar.
Menurut Dicky, fenomena ini tidak bisa dipandang remeh karena berpotensi menimbulkan dampak luas dalam konteks kesehatan masyarakat. Ia mengingatkan adanya risiko social contagion effect, yaitu kecenderungan perilaku berbahaya untuk ditiru secara massal.
"Kalau dibiarkan, ini bisa memicu klaster keracunan massal dan membebani fasilitas kesehatan seperti IGD dan ICU," ujarnya.