Minta Maaf karena Teriak Rasis, Olvah Alhamid: Saya Terluka, Saya Pernah Diludahi dan Dibilang Monyet
Tidak hanya itu, saat berada di mal mewah di Kota Jakarta, Olvah mengaku pernah dibilang monyet.
"Saya pernah dibilang monyet di dalam mal sangat mewah di Jakarta. Dan itu jujur memberikan luka tersendiri bagi saya," ujarnya.
Tindakan diskriminatif seperti menunjukkan rasa jijik juga pernah diperlihatkan oknum-oknum tertentu kepada Olvah dan teman-temannya saat di Surabaya. Begitu pula ketika dia dan teman-temannya di pesawat. Perlakuan itu membuat Olvah semakin terluka lagi.
"Sering sekali mendapatkan perlakuan seperti mereka jijik dengan saya atau dengan kami ketika di Surabaya dan juga sebelum video itu perlakuan jijik ini atau perlakuan sikap dari mereka yang kayak gitu sama kami, sama saya dan teman-teman saya di pesawat saat itu. Itu membuat saya terluka lagi gitu lho, kayak kok masih sih gitu," katanya.
Olvah Alhamid mengatakan, pengalaman-pengalaman tidak menyenangkan di masa lalu itu pula yang membuat dia menggaungkan stop rasisme dan diskiriminasi. Karena pada dasarnya, tidak ada yang bisa memilih terlahir dengan ras apa dan dari budaya mana, dari suku mana.
"Jadi memang sebenarnya berawal dari hal-hal seperti inilah saya menggaungkan stop rasisme dan diskriminasi. Memang saat di bandara itu saya saya tidak bikin video saat di pesawat, tapi dari pesawat itulah permulaan video itu terjadi," katanya.