Mgr Ignatius Suharyo Beberkan Alasan Dirinya Ditunjuk jadi Kardinal
Uskup TNI-Polri ini menjelaskan alasan kedua yaitu dikarenakan umat Katolik sejak sebelum kemerdekaan telah memiliki peranan yang berarti bagi kemerdekaan Indonesia. Tanggal pertama yang tertulis adalah pada 1922, ketika seorang misionaris Belanda menyatakan dengan tegas Gereja Katolik di Indonesia berpihak pada bangsa yang ditindas, orang pribumi pada saat itu.
"Ketika saya nanti sebagai Kardinal itu saya pahami penuhi syukur bukan karena pribadi saya, tetapi karena pertama Gereja Katolik di Indonesia yang hidup ini dengan segala macam usaha untuk terlibat dalam membangun kehidupan bangsa," ucap Ignatius.
Penghargaan untuk Indonesia
Ignatius menambahkan, penunjukannya sebagai Kardinal juga merupakan penghargaan terhadap realitas kehidupan Indonesia yang beragam. Dia berharap, keberagaman tersebut terus dijaga meski banyak tantangan terkait keharmonisan kehidupan beragama.
Hal tersebut, menurut dia, bisa menjadi tempat belajar bagi komunitas lain yakni perbedaan tidak harus sama dengan perpisahan, melainkan perbedaan yang memperkaya sejarah.
"Perhatian bukan tertuju pada saya, tapi tertuju pada Gereja Katolik Indonesia dan kepada bangsa Indonesia. Itu simbolik yang dilakukan oleh Paus dengan menunjukkan saya menjadi Kardinal," ujar Ignatius.