Menteri Ekraf: Musik Indonesia Jadi Wajah Budaya Bangsa di Panggung Dunia
JAKARTA, iNews.id – Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai musik Indonesia memiliki peran penting sebagai wajah budaya bangsa di kancah internasional. Menurutnya, setiap karya musik yang diperdengarkan di luar negeri tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan identitas Indonesia kepada dunia.
Menteri Ekraf mengatakan, perkembangan teknologi digital dan platform streaming telah membuka peluang lebih besar bagi musisi Indonesia untuk menjangkau pendengar global.
"Saat ini, musisi berbakat dari setiap sudut Indonesia memiliki kesempatan untuk menjangkau audiens jauh melampaui komunitas lokal mereka, yang mana sejalan dengan visi kementerian kami untuk mengakselerasi pahlawan lokal kita ke tingkat nasional, dan juara nasional kita ke panggung regional dan global," ujar Teuku Riefky dalam forum Spotify Loud & Clear 2026 yang digelar di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2026).
Menurut dia, meningkatnya konsumsi musik Indonesia di berbagai negara dapat menjadi instrumen diplomasi budaya yang efektif. Melalui lagu-lagu yang didengar masyarakat internasional, nilai-nilai budaya Indonesia dapat dikenal lebih luas.
"Hari ini, ketika musik Indonesia diputar di Malaysia, di Amerika Serikat, atau negara-negara lain, hal itu melakukan lebih dari sekadar menghibur. Hal itu memperkenalkan pendengar pada cerita, budaya, dan identitas Indonesia," katanya.
Teuku Riefky menegaskan pemerintah terus mendorong penguatan sektor musik sebagai bagian dari ekonomi kreatif nasional. Selain berkontribusi terhadap perekonomian, industri musik juga dinilai memiliki peran strategis dalam membangun citra Indonesia di mata dunia.
Ia juga menyoroti pentingnya platform streaming dalam mendukung keberlangsungan karier para musisi. Menurutnya, layanan digital saat ini tidak hanya menjadi media distribusi karya, tetapi juga membantu menciptakan sistem ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi para kreator.
"Streaming membantu memastikan para kreator mendapatkan imbalan yang adil atas karya mereka melalui royalti, memberikan fondasi yang lebih berkelanjutan bagi para artis, penulis lagu, dan pemegang hak cipta," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Managing Director Spotify Southeast Asia Gustav Back menyatakan Spotify berkomitmen mendukung musisi Indonesia agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui platform digital.
Menurut Gustav, selama satu dekade terakhir Spotify telah menghadirkan berbagai program yang membantu musisi Indonesia terhubung dengan pendengar di berbagai negara.
"Kami telah memperjuangkan musisi Indonesia selama dekade terakhir, menciptakan peluang-peluang baru bagi mereka untuk terhubung dengan para penggemar," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kemajuan industri musik membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, platform digital, pelaku industri, dan para kreator.
"Kami semua memainkan peran yang berbeda, namun kita disatukan oleh keyakinan yang sama akan kekuatan musik dan orang-orang yang menciptakannya," tandas Gustav.
Kementerian Ekonomi Kreatif berharap semakin banyak musisi Indonesia yang mampu menembus pasar internasional. Dengan demikian, musik nasional tidak hanya menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi medium untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat global.
Editor: Muhammad Sukardi