Mentan Gencarkan Operasi Pasar hingga Harga Beras di Bawah HET
Dia menyoroti pentingnya pemeliharaan sistem irigasi, optimalisasi lahan pertanian, serta program intensifikasi dan ekstensifikasi untuk menjaga keberlanjutan produksi beras di masa mendatang.
"Ini harus kita jaga ke depan. Kita harus menjaga irigasi, optimalisasi, kemudian intensifikasi, ekstensifikasi lahan harus kita jaga dengan baik," ujarnya.
Sebelumnya, Mentan Amran Sulaiman optimistis Indonesia tidak akan melakukan impor beras pada tahun 2025. Hal ini usai stok beras nasional diketahui mencapai 3,8 juta ton.
Selain itu, optimisme tersebut terkait dengan lonjakan signifikan produksi beras nasional sepanjang tahun ini.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Januari-Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, meningkat 4,14 juta ton atau naik 13,54 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.
Proyeksi produksi tersebut tercatat melampaui prediksi lembaga internasional. Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) sebelumnya memperkirakan produksi beras Indonesia sebesar 34,6 juta ton.
“Biasanya data BPS itu tingkat kepastiannya tinggi. Jadi, InsyaAllah tahun ini kita tidak ada impor beras. Semoga dalam satu bulan ke depan, jika tidak ada aral melintang, swasembada pangan menjadi kenyataan," kata Amran dalam keterangannya dikutip, Selasa (4/11/2025).
Editor: Aditya Pratama