Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor untuk Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Advertisement . Scroll to see content

Mensesneg Ungkap Prabowo Tambah Anggaran Riset Rp4 Triliun, Dorong Peningkatan Penelitian

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:25:00 WIB
Mensesneg Ungkap Prabowo Tambah Anggaran Riset Rp4 Triliun, Dorong Peningkatan Penelitian
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan terkait logo HUT RI. (Foto: Sekretariat Presiden)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menambah anggaranriset hingga Rp4 triliun.

Hal ini disampaikan Prasetyo usai mendampingi Presiden Prabowo menghadiri Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28/6/2026).

“Sudah dong (ditambah anggaran riset), kan di pertemuan yang sebelumnya waktu di Istana, beliau (Presiden Prabowo) sudah juga memberikan petunjuk untuk menambah anggaran riset kita kan, sampai di angka Rp4 triliun,” kata Prasetyo.

Dia menyebut bahwa peta jalan sudah sudah ada dalam rangka mendorong peningkatan riset nasional.

“Peta jalan riset seperti tadi bukunya kan juga sudah dihasilkan, yang intinya adalah riset-riset yang sekarang kita jalankan, semua harus dalam satu grand design,” ucapnya. 

Prasetyo menambahkan, penambahan anggaran riset itu telah ditindaklanjuti oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama dengan Bappenas dan BRIN.

“Nah, setelah itu sudah kemudian kita tindaklanjuti bersama-sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama dengan Bappenas dan BRIN, yang sekarang dipimpin oleh Prof Arif Satria, mantan Rektor IPB, untuk menyatukan semua riset kita,” ujarnya.
 
Lebih lanjut, Prasetyo membeberkan bahwa riset-riset yang dijalankan diharapkan bisa langsung memberikan dampak untuk menyelesaikan masalah seperti penanganan sampah hingga peralihan penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG) untuk menekan angka impor dan beban subsidi energi nasional.

“Misalnya contoh riset tentang sampah, waste to energy, kemudian peralihan kalau dari LPG menuju ke nanti menuju ke CNG. Nah riset-riset yang langsung-langsung berdampak pada menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi,” tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut