Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tolak Kunjungan Presiden Israel, Ratusan Demonstran Australia Kepung Gedung Parlemen
Advertisement . Scroll to see content

Mensesneg: Board of Peace Komitmen RI Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:29:00 WIB
Mensesneg: Board of Peace Komitmen RI Perjuangkan Kemerdekaan Palestina
Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan Board of Peace komitmen Indonesia memperjuangkan kemerdekaan Palestina (foto: Binti Mufarida)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP) merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Diketahui, Board of Peace digagas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

"Yang pasti adalah, berkenaan dengan masalah Board of Peace beserta dengan seluruh turunan teknisnya, ini kan bagian dari komitmen bangsa kita untuk, yang pertama tentu kita menghendaki pengakuan kemerdekaan kepada bangsa Palestina," ujar Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026). 

"Yang kedua, bagaimana kita melakukan upaya untuk bisa membantu masyarakat di Gaza," sambungnya. 

Diketahui, Indonesia dan tujuh negara mayoritas muslim lainnya memutuskan bergabung dengan Dewan Perdamaian.

Adapun tujuh negara mayoritas muslim lainnya adalah Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

"Makanya yang kemudian, kita Indonesia beserta dengan tujuh negara muslim yang lain memutuskan untuk bergabung di Board of Peace tersebut," ujar Prasetyo. 

Dengan kehadiran delapan negara mayoritas Muslim di Dewan Perdamaian, diharapkan bisa mengurangi eskalasi konflik di Gaza.

"Setidaknya itu kita berharap akan mengurangi eskalasi konflik yang terjadi sehingga kita saudara-saudara kita berkurang penderitaannya," ucapnya.

Sementara terkait rencana pengiriman pasukan perdamaian asal Indonesia ke Gaza, dia mengatakan masih dalam pembahasan.

"Belum. Sedang dibicarakan tapi ada kemungkinan kita akan, kurang lebih di angka 8.000 itu. Totalnya kurang lebih sekitar 20.000. Total ya," ujar Prasetyo.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut