Menkop Ferry: Gerai Kopdes Dapat Jadi Etalase Produk Lokal dari Program Rocket Youthpreneur
Menurut Menkop, koperasi desa akan menjadi ekosistem baru yang tumbuh dari bawah. Ia menekankan, koperasi harus berfungsi sebagai offtaker produk masyarakat desa, baik itu hasil perkebunan, kerajinan, maupun kuliner. Nantinya, koperasi desa akan bekerja sama dengan mitra bisnis dan perusahaan untuk membangun industri permesinan serta melengkapi kebutuhan produksi masyarakat.
"Fungsi kopdes adalah menjadi offtaker dari produk masyarakat desa," ujarnya.
Pemerintah juga sudah menyediakan lahan per hari ini yang siap dibangun gudang, gerai dan sarana pendukung lainnya di 34.000 titik di seluruh Indonesia. Sementara untuk gerai, gudang dan sarana lainnya yang sedang dibangun mencapai 27.000 unit. Secara periodik jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah tanah yang terdata.
Menkop Ferry berharap semua pihak, terutama seluruh peserta dari Rocket Youthpreneur 2025 untuk mendukung upaya pemerintah dalam percepatan operasionalisasi 80.000 Kopdes/Kel Merah Putih. Menurutnya program strategis nasional ini akan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Indonesia secara luas apabila mendapat dukungan dari berbagai pihak.
"Mohon doa dan dukungannya semoga program Koperasi Desa ini berjalan sesuai dengan rencana dan semoga menjadi langkah awal kita semua bagaimana para pelaku usaha di desa untuk tumbuh dan bersinergi dengan Koperasi Desa," ujarnya.
Sementara itu Founder Yayasan Indonesia Setara, Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan dukungan penuh terhadap program koperasi desa. Ia melihat Koperasi Desa sebagai wadah strategis untuk mengintegrasikan UMKM dengan ekosistem ekonomi nasional. Dengan 64 juta UMKM yang ada di Indonesia, keberadaan 80.000 koperasi desa akan menjadi tulang punggung distribusi dan penguatan usaha kecil.