Menko Polkam Resmikan 104 Hunian Tetap Korban Bencana di Aceh Utara, Fasilitasnya Lengkap!
Selain menjaga fasilitas fisik, Menko Polkam juga berpesan agar warga menjaga kerukunan sosial di lingkungan hunian baru tersebut. Ia mengajak seluruh warga untuk terus memperkuat kebersamaan dan saling membantu sebagai sesama tetangga.
“Titip juga untuk menjaga kerukunan. Kita semua memiliki kewajiban untuk saling berbuat baik dengan tetangga dan menjaga kebersamaan di lingkungan ini,” kata Djamari.
Hunian yang diberikan kepada warga merupakan rumah tipe 36 dengan ukuran bangunan 6 x 6 meter dengan biaya pembangunan yang dinilai cukup efisien. Setiap rumah dilengkapi ruang tengah, dua kamar tidur, serta satu kamar mandi. Rumah juga diserahkan dalam kondisi telah dilengkapi perabotan rumah tangga seperti sofa, meja tamu, televisi, rak TV, meja dan kursi makan, lemari dapur, kompor beserta tabung gas, dua tempat tidur, serta dua lemari pakaian. Selain itu, rumah juga dilengkapi sumur, pompa air, dan jaringan listrik 900 VA.
Untuk fasilitas umum berupa masjid dan balai pertemuan, Kemenko Polkam juga melengkapinya dengan sound system, karpet, serta inventaris Alquran. Setiap rumah juga menerima Alquran dan perlengkapan salat untuk menunjang kegiatan ibadah warga.
Guna membantu kebutuhan air minum masyarakat, Kemenko Polkam menyiagakan satu unit mobil penjernih air yang dilengkapi mesin penyaring sehingga air yang sebelumnya tidak higienis dapat diproses menjadi layak pakai bahkan dapat diminum.
Pada kesempatan tersebut, Djamari juga menyerahkan lima ekor sapi kepada masyarakat untuk perayaan Meugang, tradisi masyarakat Aceh yang dilakukan dengan memasak daging sapi atau kerbau untuk disantap bersama keluarga dan masyarakat menjelang hari besar keagamaan seperti Ramadan, Idulfitri, maupun Iduladha.