Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump: Perang dengan Iran Makan Waktu 4 Minggu
Advertisement . Scroll to see content

Menko Airlangga Soroti Lonjakan Harga Minyak hingga Pangan Imbas Perang AS-Israel Vs Iran

Senin, 02 Maret 2026 - 18:31:00 WIB
Menko Airlangga Soroti Lonjakan Harga Minyak hingga Pangan Imbas Perang AS-Israel Vs Iran
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: BPMI Setpres)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyoroti isu inflasi harga komoditas pangan dan kelangkaan minyak yang berpotensi terjadi imbas perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Pemerintah saat ini menunggu dan melihat situasi, termasuk melihat seberapa lama dan kompleksnya eskalasi perang.

"Kita belum tahu perang ini lama atau pendek dan tujuannya berbeda dengan perang yang lain yaitu perubahan dari pemerintahan atau pergantian rezim. Yang mengkhawatirkan bagi kita tentu penutupan Selat Hormuz di mana itu 20 persen minyak global lewat di sana dan 20 persen dari kebutuhan minyak di Indonesia itu juga berkontrak dengan Saudi," ucap Airlangga dalam forum diskusi ekonomi di Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

Airlangga menekankan kepentingan terkait ketersediaan dan kestabilan minyak menjadi atensi dunia global. Sebab, komoditas ini menjadi vital bagi seluruh negara. Sehingga global pun mencoba me-mitigasi risiko, seperti negara dalam Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC), yang menjaga stok dan produksinya.

"Nah, tinggal masalah transportasi," ucap Airlangga yang menyoroti rantai pasok minyak terganggu setelah Iran blokade Selat Hormuz.

Adapun harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk suplai April 2026 berada pada level 71,78 dolar AS per barel atau naik 7,10 persen dibanding akhir pekan senilai 67,02 dolar AS per barel. Airlangga menyoroti tekanan fiskal jika terjadi inflasi harga.

"Diperkirakan pasokan akan terganggu dan harga WTI per hari ini sudah 73 dolar, namun APBN kita di 70 dolar jadi relatif masih terkendali," tuturnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut