Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perang Iran vs AS-Israel Pecah, Prabowo Siap Terbang ke Teheran untuk Mediasi
Advertisement . Scroll to see content

58.873 Jemaah Umrah Indonesia Tertahan Imbas Perang AS-Israel vs Iran

Minggu, 01 Maret 2026 - 09:58:00 WIB
58.873 Jemaah Umrah Indonesia Tertahan Imbas Perang AS-Israel vs Iran
Ilustrasi Jemaah umrah Indonesia tetahan di Arab Saudi imbas peraang AS-Israel vs Iran. (foto: MPI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Eskalasi konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah mulai berdampak serius pada sektor penerbangan. Sebanyak 58.873 jemaah umrah asal Indonesia dilaporkan tertahan di Arab Saudi menyusul adanya perubahan rute dan penundaan jadwal penerbangan oleh sejumlah maskapai internasional. 

Meski demikian, Pemerintah Indonesia memastikan bahwa puluhan ribu jemaah tersebut saat ini dalam kondisi aman dan terpantau secara intensif. 

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Puji Raharjo, meminta seluruh jemaah maupun keluarga di Tanah Air untuk tetap tenang. Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), posisi seluruh jemaah telah terpetakan. 

"Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi," ujar Puji Raharjo dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (1/3/2026). 

Ketegangan keamanan ini memaksa sejumlah negara tetangga Arab Saudi mengambil langkah drastis dengan menutup ruang udara mereka. Negara-negara tersebut meliputi Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Kuwait, Irak dan Suriah.

Sementara itu, Arab Saudi bersama Oman, Yordania, dan Lebanon masih mengoperasikan penerbangan secara terbatas dengan status waspada. Hingga saat ini, aktivitas di dalam wilayah Arab Saudi sendiri dilaporkan tetap berjalan normal di bawah pengawasan ketat otoritas setempat.

Mitigasi di Bandara: 3 Tim Siaga 24 Jam

Mengantisipasi adanya jemaah yang terlantar (stranded) di bandara, Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah telah membentuk tim gerak cepat. Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menjelaskan bahwa petugas telah disebar di tiga titik vital Bandara Jeddah. 

"KUH telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift di Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji. Kami melakukan koordinasi dengan maskapai dan syarikah untuk mencari solusi bagi jemaah yang jadwal kepulangannya terdampak," kata Ilham.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut