Menkeu Purbaya Bertemu Kepala BGN Hari Ini, Bahas Apa?
JAKARTA, iNews.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan bertemu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang, Kamis (25/6/2026). Apa yang akan dibahas?
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Deni Surjantoro mengonfirmasi agenda tersebut telah masuk ke dalam lini jadwal resmi kementerian.
“Sementara masih terjadwal,” ujar Deni saat dikonfirmasi iNews.id, Kamis (25/6/2026).
Rencana pertemuan antara Purbaya dan pimpinan BGN ini sebenarnya telah dijadwalkan sejak pekan lalu. Namun, agenda tersebut terpaksa dijadwal ulang lantaran Purbaya harus bertolak ke China untuk menuntaskan kunjungan kerja dinas internasional.
Berdasarkan informasi yang beredar, salah satu topik penting yang akan dibedah dalam pertemuan siang ini adalah tindak lanjut mengenai efisiensi serta optimalisasi pemanfaatan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan lebih tepat sasaran di lapangan.
Sebagai catatan, pemerintah sebelumnya telah melakukan langkah efisiensi dan penyesuaian postur anggaran pada program MBG.
Alokasi dana untuk program nasional ini dipangkas menjadi Rp268 triliun dari pagu perencanaan awal tahun yang sempat dipatok sebesar Rp335 triliun.
Penyesuaian pagu ini dieksekusi secara ketat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto guna menjamin penggunaan dana negara bergerak lebih efektif, efisien, dan bebas kebocoran.
Mengacu pada basis data Kemenkeu, realisasi penyerapan anggaran untuk pos program MBG ini terus menunjukkan tren pendakian yang signifikan. Hingga akhir Mei 2026, total dana kas negara yang terserap sukses menembus angka Rp88,15 triliun.
Capaian rapor ini mencatatkan kenaikan sebesar 17,53 persen jika disandingkan dengan posisi penyerapan pada bulan April 2026 lalu yang bertengger di level Rp75 triliun.
Secara rincian operasional, Purbaya Purbaya memaparkan dalam rilis APBN KiTa bahwa anggaran tersebut dialokasikan untuk mendanai total 63,13 juta jiwa penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Dari akumulasi target tersebut, sebanyak 48,9 juta di antaranya menyasar klaster kelompok siswa sekolah, sementara 14,3 juta jiwa sisanya didistribusikan kepada kelompok non-siswa yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Editor: Rizky Agustian