Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mencekam! Langit Kanada Berubah Jadi Oranye akibat Kebakaran Hutan Dahsyat
Advertisement . Scroll to see content

Menhut Wanti-Wanti Anggaran Karhutla Harus Cermat: Hati-Hati Jangan Aji Mumpung

Rabu, 15 Juli 2026 - 02:30:00 WIB
Menhut Wanti-Wanti Anggaran Karhutla Harus Cermat: Hati-Hati Jangan Aji Mumpung
Menhut Raja Juli Antoni mengingatkan penggunaan anggaran penanggulangan karhutla harus dilakukan secara cermat dan terukur (dok. Kemenhut)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengingatkan penggunaan anggaran penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dilakukan secara cermat, terukur dan sesuai kebutuhan di lapangan. Dia mewanti-wanti agar tidak ada pihak yang memanfaatkan momentum penanganan karhutla untuk kepentingan lain.

Pesan tersebut disampaikan Menhut saat rapat bersama jajaran Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Kehutanan di Kantor Kemenhut, Selasa (14/7/2026).

Dia meminta seluruh kebutuhan penanganan karhutla dihitung secara detail agar anggaran yang dialokasikan benar-benar mendukung tugas petugas di lapangan.

“Hati-hati banget, jangan aji mumpung. Hitung secara betul apa yang diperlukan oleh teman-teman di lapangan,” kata Menhut.

Selain menyoroti penggunaan anggaran, Raja Juli mengevaluasi standar kebutuhan personel dan peralatan tim Manggala Agni sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Menurutnya, perlu disusun standar kebutuhan minimum yang menjadi dasar dukungan operasional agar personel dapat bekerja secara optimal dan aman.

“Dibuat dari tapak apa yang kita sebut Minimum Essential Cost kalau di (Kementerian) Pertahanan itu kan. Minimum apa, supaya Manggala Agni ini sudah equipped dengan sesuatu yang tidak membahayakan nyawa, fisik, dan dengan segera mungkin ada peralatan,” ujarnya.

Menhut turut mengevaluasi berbagai langkah pencegahan karhutla, mulai dari kebutuhan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga pemantauan tinggi muka air tanah (TMAT) di wilayah-wilayah rawan. Menurutnya, seluruh langkah pengendalian harus disusun berdasarkan kondisi di lapangan dan kebutuhan riil.

“OMC cuma dua kali awal Januari misalkan, bikin 5 bikin 7, berapa yang bener-bener (diperlukan),” kata dia.

Dia menegaskan, evaluasi terhadap personel, peralatan, hingga kebutuhan operasional tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem penanggulangan karhutla secara berkelanjutan sehingga penanganannya dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut