Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Pidato di DPR: Bangsa Indonesia Pernah Ditempatkan di Bawah Anjing oleh Penjajah
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Gubernur Jenderal VOC yang Pertama dan Sejarahnya

Senin, 14 Februari 2022 - 13:23:00 WIB
Mengenal Gubernur Jenderal VOC yang Pertama dan Sejarahnya
ilustrasi VOC (screenshoot Kemdikbud)
Advertisement . Scroll to see content

Namun, kemudian VOC mulai melibatkan konflik. Gubernur jenderal VOC yang terkenal adalah Jan Pieterszoon Coen karena melakukan penyerbuan dan pembakaran kota Jayakarta di tahun 1619. Setelah itu, Jayakarta berganti nama menjadi Batavia.

Perkembangan kekuasaan VOC di Indonesia terus meluas. Dari Batavia, VOC mengontrol dan menaklukkan daerah-daerah di Nusantara.

Dengan dominasi yang dimiliki sejak gubernur jenderal VOC yang pertama adalah Pieter Both, VOC menjelma jadi persekutuan dagang dengan keuntungan yang besar. VOC memiliki 150 kapal dagang, 40 kapal perang, 50.000 pekerja dan 10.000 tentara perang.

Kemudian, VOC dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799 karena beberapa faktor. Mulai dari biaya pengelolaan yang tinggi dan buruk hingga korupsi yang merajalela.

Sementara itu, saat penugasan gubernur jenderal VOC yang pertama adalah Pieter Both, VOC memiliki hak istimewa yaitu hak untuk merebut dan memerintah negara jajahan, hak untuk memonopoli perdagangan di wilayah Timur Tanjung Harapan, termasuk Nusantara, dan hak untuk mencetak mata uang sendiri.

Selain itu, hak istimewa VOC lainnya adalah memiliki angkatan perang sendiri, memungut pajak, mengadakan perjanjian dengan raja-raja setempat, menyatakan perang dan membuat perjanjian damai, hingga mengangkat dan memberhentikan pegawai.

Nah, selamat belajar sejarah VOC sejak zaman gubernur jenderal VOC yang pertama adalah Pieter Both ya!

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut