Menengok Hotel Jemaah Haji Indonesia di Madinah yang Ramah untuk Lansia
Untuk memudahkan mobilitas jemaah lansia, hotel juga menyediakan lift prioritas. Setiap kamar juga dilengkapi dua hingga lima tempat tidur, bergantung pada luas kamar. Fasilitas lain adalah kulkas dan peralatan lain sesuai dengan standar pelayanan hotel.
Menariknya, hampir di setiap lantai terdapat lebih dari satu dispenser. Hal itu untuk memudahkan jemaah minum agar tidak mengalami dehidrasi mengingat cuaca saat ini memasuki musim panas.
Hal yang sama juga terlihat di Hotel Safwat Al Madinah dan Hotel Abraj Taba. Kedua hotel itu juga menyiapkan berbagai fasilitas untuk jemaah haji khususnya lansia, seperti kursi roda, dispenser dan lainnya. Bedanya, Hotel Abraj Taba memiliki kamar cukup banyak yakni 1.473 unit karena akan ditempati jemaah dari empat kloter.
"Ini adalah hotel yang akan digunakan jemaah haji kita di Madinah. Hotel hanya berjarak sekitar 100 meter dari Masjid Nabawi," ujar Kasi Akomodasi Daker Madinah, Ali Machzumi, Selasa (23/5/2023).
Dari hasil visitasi dan pengecekan, kata Ali, seluruh hotel telah siap menyambut kedatangan jemaah haji. Bahkan, beberapa pengelola hotel dan petugas telah menyiapkan penyambutan.
"Terkait penyambutan jemaah haji dari sisi akomodasi sudah siap 100 persen. Besok akan kita lihat bagaimana penyambutan dari hotel maupun majmuah yang sudah sangat siap sekali untuk menyambut kedatangan pertama haji kita di Madinah," ucapnya.
Sesuai rencana, 16 kloter jemaah haji diberangkatkan dari Tanah Air yakni dari delapan embarkasi, yaitu Jakarta-Pondok Gede (JKG), Jakarta- Bekasi (JKS), Solo (SOC), Makassar (UPG), Aceh (BTJ), Kualanamu-Medan (KNO), Batam (BTH), dan Surabaya (SUB).
Editor: Anton Suhartono