Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BGN Buka Suara soal Isu Skema MBG saat Pembelajaran Online Wajib Diambil ke Sekolah
Advertisement . Scroll to see content

Mendikti Kaji Pembelajaran Jarak Jauh untuk Mahasiswa Semester 5 ke Atas

Senin, 06 April 2026 - 19:49:00 WIB
Mendikti Kaji Pembelajaran Jarak Jauh untuk Mahasiswa Semester 5 ke Atas
Mendikti Saintek Brian Yuliarto mengungkapkan, pemerintah saat ini tengah mengkaji penerapan Pembelajaran Jarak Jauh untuk mahasiswa mulai semester 5 ke atas. (Foto: Binti Mufarida)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto mengungkapkan, pemerintah saat ini tengah mengkaji penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk mahasiswa mulai semester 5 ke atas. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong efisiensi serta transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi.

Brian menuturkan, pihaknya meminta perguruan tinggi agar dapat membuat budaya kerja yang lebih efisien, salah satunya pemanfaatan teknologi digital.

“Sehingga untuk pendaftaran, untuk aplikasi, untuk ngecek transkrip dan lain sebagainya, mobilitas mahasiswa tuh bisa lebih sederhana karena semuanya digital. Itu yang pertama, sehingga jauh lebih efisien. Kita juga meminta tugas-tugas begitu itu sebisa mungkin digital, sehingga misalnya tugas akhir yang dulu harus cetak lima, itu bisa dikurangi,” kata Brian kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Brian menambahkan, pemerintah juga mendorong pengaturan ulang jadwal perkuliahan agar lebih terkonsentrasi. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah memungkinkan dosen dan tenaga kependidikan bekerja dari rumah satu hari dalam seminggu, dengan tetap menjaga efektivitas proses belajar mengajar.

“Kemudian yang lainnya juga adalah pengaturan mata kuliah. Kita juga mempedomani arahan bahwa bagaimana satu hari tendik (tenaga kependidikan), dosen, itu tidak ke kampus gitu ya, bekerja dari rumah. Kita ingin mengatur, kita tentu berikan kepada kampus-kampus bagaimana dosen-dosen itu ketika bekerja tidak tersebar di lima hari, tetapi barangkali kan bisa empat hari, satu hari bisa bekerja dari rumah. Itu dengan mengatur perkuliahan sehingga lebih terkonsentrasi,” ucapnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut