Maulid Nabi, TGB : Kalau Tak Ada Beliau, Kita Tidak Dapat Mengetahui Kemuliaan di Dunia
TGB mengajak semua santri-santriwati untuk menghormati orang tua lahir dan juga batin. Orang tua jiwa yaitu para guru. Semua pencapaiannya sampai saat ini tak lepas dari bimbingan para guru.
"Karena guru maka kita bisa menjadi apapun. Maka penting senantiasa menghargai ilmu yang diberikan oleh guru," ujarnya.
TGB pun berkisah, dahulu harus berpisah dari orang tuanya hingga 7 tahun menuntut ilmu di Mesir. Tak pulang hingga tuntas pendidikan.
"Orang tua saya mengatakan, ketika dewasa nanti tak akan ada yang menyesal karena kurang main. Yang terjadi menyesal karena kurang belajar," ungkapnya.
Di pesantren ini, kata TGB, tak hanya sekadar menuntut ilmu, para santri juga belajar adab. Indonesia ke depan bukan hanya butuh orang pintar, namun juga butuh orang berakhlak.
"Maka disinilah ananda semua menempa diri. Kelak dari sini akan lahir pemimpin-pemimpin Indonesia," katanya.
Editor: Faieq Hidayat