Masyarakat Bali di Berlin Rayakan Galungan di Taman Garten der Welt

“Di tiang-tiang bangunan rumah kaca ini ada semacam pipa untuk sirkulasi air panas dan dingin yang kemudian menghasilkan uap air. Dengan begitu suhu dan kelembaban udaranya bisa terjaga sepanjang tahun, meskipun di musim-musim yang berbeda,“ kata Konsultan Senior sekaligus Ambassador Garten der Welt, Beate Reuber, saat menerima Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno, dalam keterangan tertulis yang diterima iNews.id, Kamis (25/7/2019).
Bali merupakan satu dari sekitar 15 tema taman yang ada di Taman Dunia ini. Di bagian depan Taman Bali juga dilengkapi sebuah kafe dengan ornamen khas Bali.
Meskipun jumlah masyarakat Bali di Berlin relatif sedikit, tapi kegiatan-kegiatan yang dilakukan cukup banyak dan beragam. Mereka tergabung dalam Kelompok Nyama Braya Bali. Di Pura Tri Hita Karana ini mereka melakukan ibadah rutin dan perayaaan hari besar keagamaan umat Hindu.
“Kami bersyukur punya tempat ibadah yang tetap di Berlin ini. Tempatnya pun bagus karena memang jadi objek wisata yang cukup banyak dikunjungi. Jadi tempatnya terawat dan bersih karena dikelola oleh pihak taman,” kata Ketua Nyama Braya, Ngurah Darma Kesuma. Dia menambahkan, komunikasi masyarakat Bali dengan pihak pengelola juga berjalan baik.
Saat menyambut kedatangan Dubes Oegroseno di acara perayaan Galungan ini, Reuber juga menyampaikan banyak informasi tentang Taman Bali serta kegiatan-kegiatannya.
Reuber menceritakan, taman ini di bawah supervisi Pemerintah Kota Berlin. Dalam perkembangannya pembangunan Pura ini juga pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah DKI Jakarta dalam kerangka Sister City dengan Pemkot Berlin.