Mahfud soal Dokumen Sampah Veronica Koman: Yang Sampah Itu Informasinya
JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meluruskan pernyataan yang menyebut dokumen Veronica Koman sampah. Dokumen tersebut berisi data tahanan politik (tapol) dan korban meninggal di Nduga, Papua sejak Desember 2018.
Mahfud mengatakan, diksi sampah terkait pernyataan Veronica yang mengaku telah memberikan dokumen kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan kunjungan kerja di Australia.
"Kalau ada informasi bahwa Veronica Koman itu menyerahkan surat kepada Presiden, informasi itu, kalau ada, adalah sampah. Karena Veronica itu waktu di Australia tidak bertemu Presiden, tidak menyerahkan surat kepada Presiden," katanya di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (13/2/2020).
Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menilai, pernyataannya disalahtafsirkan sejumlah orang. Dia menuturkan, menjadi hal biasa Jokowi bersalaman dan menerima surat masyarakat saat melakukan kunker.
Mahfud membantah telah menyebut isi dari surat yang disampaikan tim Veronica Koman ke Jokowi sebagai sampah. Mahfud belum mengetahui apakah surat tersebut benar-benar diserahkan ke Jokowi.
"Oleh sebab itu, saya katakan informasinya itu yang sampah, informasi bahwa dia menyerahkan surat ke Presiden itu loh yang sampah," ujarnya.
Veronica Koman sebelumnya menyebut timnya berhasil menyerahkan surat ke Jokowi saat di Canberra. Surat itu disebut berisi data nama dan lokasi tahanan politik Papua yang dikenakan pasal makar.
Mahfud MD tidak mengetahui kebenaran pengakuan Veronica Koman itu. Dia mengaku ada banyak surat dari masyarakat yang disampaikan ke Jokowi.
"Lho enggak tahu, kita kan banyak amplop masuk di situ. Banyak map masuk kita tampung semua, kan ini baru pulang dari Australia. Masa mau dibaca di Australia, kan tumpuk dulu, nanti diproses satu-satu lalu dibaca," kata Mahfud.
Editor: Djibril Muhammad