Luncurkan Peta Jalan Kemandirian, Menag Ingin Pesantren Jadi Arus Baru Ekonomi
“Dengan potensi yang dimiliki tersebut, saya menetapkan tujuan besar dari kebijakan kemandiran pesantren ini adalah terwujudnya pesantren yang memiliki sumber daya ekonomi yang kuat dan berkelanjutan,” kata Gus Yaqut.
Menurut Gus Yaqut, parameter pesantren mandiri setidaknya dikuatkan dengan adanya usaha yang profesional guna mendukung operasional pesantren dan unit pendidikan belajar mengajar secara terarah dan sistematis. Harapannya, kehadiran pesantren berdampak secara lebih luas dan mampu menjadi bagian dari solusi pengentasan kemiskinan serta pengangguran.
“Potensi pesantren dengan karakter kemandirian, daya juang dan kewirausahaan menjadi faktor penting dalam kesuksesan pemberdayaan ekonomi, karena pesantren itu satu komunitas besar,” ucapnya.
Menurut Gus Yaqut, untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan sinergi di antara para pelakunya, yakni pemerintah, akademisi, pesantren, dan komunitas. Hal lain yang juga patut disertakan dalam memperkuat kemandiran pesantren ke depan adalah dukungan teknologi. Dengan kolaborasi aktif ini, diharapkan pengembangan pesantren menuju kemandirian ekonomi umat bisa lebih cepat terwujud.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, setidaknya ada berbagai rangkaian Program Peta Jalan Kemandirian Pesantren yang dilakukan dalam empat tahun ke depan. Pertama, pada tahun 2021 Kemenag fokus pada Pesantrenpreneur. Dimulai dengan Penyusunan, Uji Publik, dan peluncuran Peta Jalan Kemandirian Pesantren, Launching Pesantrenpreneur, pembuatan Dashboard Data Ekonomi Pesantren, dan Pilot Program 100 Pesantren.