Lulusan Membeludak, Kemendiktisaintek akan Tutup Prodi Tak Relevan dengan Industri
Dia mengatakan, kajian itu juga akan mengidentifikasi prodi yang dibutuhkan dunia kerja di masa depan.
156 Prodi Spesialis Kedokteran Baru Resmi Dibuka, Tambah 3.150 Mahasiswa FK
"Sebenarnya yang dibutuhkan itu prodi apa ke depan, itu yang akan kita coba susun nanti bersama," tutur dia.
Badri mengharapkan dukungan dari Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK) terkait kajian tersebut.
Dia menekankan manfaat bonus demografi tidak akan terserap secara maksimal apabila pendidikan tinggi tak memfasilitasi agar lulusannya relevan dengan kebutuhan industri. Menurut dia, hal ini penting agar target pertumbuhan ekonomi tercapai.
"Memang saat ini bonus demografi digaungkan di mana-mana, tapi kalau pendidikan tinggi yang diharapkan bisa mengantar untuk kita menjadi negara maju itu tidak kita sesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhan ekonomi ke masa depan, tentunya akan tidak match gitu," kata Badri.
Menurut dia, sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia menganut market driven strategy atau pendekatan bisnis yang menempatkan kebutuhan pasar sebagai pusat operasional dan pengambilan keputusan. Strategi ini, kata dia, mengakibatkan jumlah lulusan melampaui kebutuhan pasar yang akhirnya tidak terserap secara maksimal.
"Market driven itu apa? Yang lagi lari siapa dibuka gitu prodinya gitu. Kemudian oversupply di situ gitu," ucapnya.
Editor: Rizky Agustian