LPOI Akui Kemajuan China Jadi Inspirasi Global, Termasuk Dunia Islam
Said Aqil, yang juga Dewan Pengarah BPIP, menjelaskan, setelah melalui pengamatan panjang dan melihat realitas langsung di lapangan, LPOI melihat bahwa umat beragama di China, khususnya umat Muslim mempunyai kebebasan dalam menjalankan ibadahnya, tentu harus selaras dengan tata aturan dan konstitusi negara China.
Bahkan lebih dari itu, kehadiran negara dan afirmasi pimpinan China terhadap dunia islam telah nyata memberikan kontribusi bagi pelestarian situs situs bersejarah khususnya masjid-masjid kuno yang berusia ratusan tahun, demikian halnya menjaga makam-makam Islam bersejarah, sehingga keberadaannya tetap eksis hingga kini.
Selain itu, pemihakan pemerintah China dengan dunia Islam, khususnya untuk kemerdekaan Palestina, sangatlah nyata dan telah terbukti serta tidak dapat dipungkiri. Di sisi lain, realitas membuktikan bahwa pemihakan pemerintah China terhadap masyarakat Uighur dan masyarakat Xinjiang nyata adanya, yang dibuktikan dengan pembangunan semua infrastruktur yang lebih moderen dan menjamin kehidupan sosial, ekonomi, budaya dan keagamaan berjalan dengan maju, modern dan damai.
"Pemihakan pemerintah juga sangat nyata dan dapat di lihat dengan mata telanjang di dalam setiap lembar mata uang Tiongkok Yuan dan Remimbi terdapat Tulisan dan Bahasa Uighur," tuturnya.
Said Aqil turut menegaskan bahwa tuduhan pihak-pihak tertentu, terutama propaganda barat atas realitas kehidupan dan keagamaan di masyarakat Uighur dan masyarakat Xinjiang yang dikatakan dalam tekanan, adalah salah dan tidak benar adanya.