Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Longsor Cilacap: 9 Anjing Pelacak dan 9 Alat Berat Dikerahkan Cari 18 Korban Hilang
Advertisement . Scroll to see content

Longsor Timbun Permukiman Warga di Cilacap, BMKG Ungkap Penyebabnya

Sabtu, 15 November 2025 - 19:21:00 WIB
Longsor Timbun Permukiman Warga di Cilacap, BMKG Ungkap Penyebabnya
Tim SAR melakukan pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Pada skala yang lebih luas, kata dia, peningkatan hujan juga dipengaruhi adanya pusaran angin di perairan barat Lampung dan selatan Bali, serta zona belokan angin di sekitar Jawa yang membuat pertumbuhan awan semakin intens.

“Kondisi atmosfer tersebut mendorong terbentuknya awan konvektif yang dapat menimbulkan hujan sedang hingga lebat, disertai kilat atau petir serta angin kencang,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menyampaikan hasil pemantauan atmosfer menunjukkan kelembapan udara yang sangat tinggi pada beberapa lapisan, yakni 850 mb, 700 mb, dan 500 mb, dengan nilai mencapai 70–100 persen. Kondisi udara yang basah di berbagai ketinggian ini mendukung pembentukan awan hujan dalam jumlah besar, sehingga meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.

Sejalan dengan kondisi tersebut, dia mengatakan BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca dan iklim ekstrem. Peringatan itu menyebutkan bahwa wilayah Cilacap, termasuk Kecamatan Majenang, berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada periode 11–20 November 2025. 

"Pada rilis tersebut juga disampaikan bahwa hujan sedang hingga lebat diperkirakan dapat terjadi kembali pada 19–22 November 2025,” ujar Andri.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut