Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Negara-Negara Teluk Marah ke AS usai Wilayahnya Digempur Drone Iran Tanpa Peringatan
Advertisement . Scroll to see content

Lindungi WNI di Timur Tengah, Pemerintah Bentuk Tim Respons Krisis

Jumat, 06 Maret 2026 - 19:16:00 WIB
Lindungi WNI di Timur Tengah, Pemerintah Bentuk Tim Respons Krisis
Plt Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah (foto: Kemlu)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membentuk tim respons krisis sebagai langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia (WNI) yang masih berada di kawasan Timur Tengah. Pembentukan tim ini dilakukan menyusul meningkatnya tensi geopolitik di wilayah tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menjelaskan tim ini akan memantau perkembangan situasi konflik secara intensif agar pemerintah dapat bergerak cepat untuk melindungi WNI apabila kondisi keamanan memburuk.

"Kami membentuk crisis response team dan meningkatkan komunikasi intensif setiap harinya antara Kemlu Pusat dengan perwakilan-perwakilan terdampak di kawasan untuk mendapatkan update kondisi real situasi keamanan di lapangan dan kondisi serta keberadaan para WNI," ujar Heni, Jumat (6/3/2026).

Sejalan dengan pembentukan tim tersebut, Kemlu juga memperkuat koordinasi dalam memantau situasi di lapangan. Heni menyebut perwakilan RI di wilayah terdampak terus menjalin komunikasi intensif dengan simpul-simpul WNI, dan secara berkala menyampaikan laporan perkembangan situasi kepada kantor pusat Kemlu di Jakarta.

Untuk mendukung penguatan koordinasi, perwakilan RI memperbarui data jumlah dan sebaran WNI di wilayah akreditasi masing-masing, memperbarui rencana kontingensi, serta melakukan asesmen terhadap berbagai opsi evakuasi apabila keamanan memburuk.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut