Lima Menteri dan Satu Pejabat Era Soeharto Meninggal Dunia 2021, Harmoko hingga Beddu Amang
Namun dua bulan kemudian Harmoko pula meminta Soeharto turun ketika gerakan rakyat dan mahasiswa menuntut reformasi tidak lagi dapat dikendalikan.
Harmoko pada permulaan 1960-an, setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) bekerja sebagai wartawan juga kartunis di Harian Merdeka dan Majalah Merdeka. Pada 1964 dia bekerja sebagai wartawan di Harian Angkatan Bersenjata kemudian Harian API pada 1965.
Pada saat yang sama, dia menjabat sebagai pemimpin redaksi majalah berbahasa Jawa, Merdiko (1965). Berikutnya, 1966-1968 dia menjabat sebagai pemimpin dan penanggung jawab Harian Mimbar Kita. Pada 1970, bersama beberapa temannya dia menerbitkan harian Pos Kota.
Harmoko meninggal dunia pada 4 Juli 2021 di RSPAD Gatot Soebroto. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan pada 5 Juli 2021.
Penyakit yang diderita Harmoko merupakan penyakit yang langka, yakni Progressive supranuclear palsy (PSP). Kondisi kesehatannya terus menurun sejak 2013 hingga akhirnya meninggal dunia.
Informasi yang dihimpun, PSP disebut juga Steele-Richardson-Olszewski syndrome, yaitu kelainan otak yang menyebabkan kesulitan berjalan serta mengganggu keseimbangan tubuh dan gerakan mata.
Editor: Kurnia Illahi