Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Mulai Operasikan Rudal Balistik Khorramshahr-4, Peringatan untuk AS dan Israel
Advertisement . Scroll to see content

Latar Belakang Revolusi Hijau: Menjawab Tantangan Kebutuhan Pangan Dunia

Rabu, 31 Januari 2024 - 03:46:00 WIB
Latar Belakang Revolusi Hijau: Menjawab Tantangan Kebutuhan Pangan Dunia
Latar Belakang Revolusi Hijau (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Melihat hasil yang memuaskan, Rockefeller Foundation, Ford Foundation, serta banyak lembaga pemerintah di seluruh dunia mendanai peningkatan penelitian teknologi Revolusi Hijau agar dapat menghasilkan lebih banyak makanan bagi populasi yang terus bertambah di seluruh dunia. 

Dengan bantuan dana tersebut, Meksiko membentuk lembaga penelitian internasional bernama The International Maize and Wheat Improvement Center pada 1963. 

Negara-negara di seluruh dunia, pada gilirannya, memperoleh manfaat dari upaya Revolusi Hijau yang dilakukan oleh Borlaug dan lembaga penelitian ini. 

Sebagai contoh, India, yang pernah berada di ambang kelaparan massal pada awal tahun 1960-an karena pertumbuhan penduduknya yang pesat.

Saat itu, Norman Borlaug dan Ford Foundation melaksanakan penelitian di sana untuk mengembangkan varietas padi baru, IR8, yang menghasilkan lebih banyak gabah per tanaman bila ditanam dengan irigasi dan pupuk. Alhasil, India berhasil terbebas dari bencana kelaparan saat itu.

Sekarang, India bahkan menjadi salah satu produsen beras terkemuka di dunia dan penggunaan beras IR8 tersebar di seluruh Asia dalam beberapa dekade setelah pengembangan beras di negara tersebut. Atas jasanya dalam mengurangi kerawanan pangan, kemiskinan, dan konflik, Norman Borlaug dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1970.

Demikianlah latar belakang Revolusi Hijau. Semoga bermanfaat.

Editor: Komaruddin Bagja

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut