Latar Belakang Revolusi Hijau: Menjawab Tantangan Kebutuhan Pangan Dunia
Melihat hasil yang memuaskan, Rockefeller Foundation, Ford Foundation, serta banyak lembaga pemerintah di seluruh dunia mendanai peningkatan penelitian teknologi Revolusi Hijau agar dapat menghasilkan lebih banyak makanan bagi populasi yang terus bertambah di seluruh dunia.
Dengan bantuan dana tersebut, Meksiko membentuk lembaga penelitian internasional bernama The International Maize and Wheat Improvement Center pada 1963.
Bukan Cuma Ukraina, Impor Gandum RI Berasal dari 7 Negara Ini
Negara-negara di seluruh dunia, pada gilirannya, memperoleh manfaat dari upaya Revolusi Hijau yang dilakukan oleh Borlaug dan lembaga penelitian ini.
Sebagai contoh, India, yang pernah berada di ambang kelaparan massal pada awal tahun 1960-an karena pertumbuhan penduduknya yang pesat.
Impor Gandum Dibatasi, Indofood Siap Dukung Kementan Kembangkan Budi Daya Sorgum
Saat itu, Norman Borlaug dan Ford Foundation melaksanakan penelitian di sana untuk mengembangkan varietas padi baru, IR8, yang menghasilkan lebih banyak gabah per tanaman bila ditanam dengan irigasi dan pupuk. Alhasil, India berhasil terbebas dari bencana kelaparan saat itu.
Sekarang, India bahkan menjadi salah satu produsen beras terkemuka di dunia dan penggunaan beras IR8 tersebar di seluruh Asia dalam beberapa dekade setelah pengembangan beras di negara tersebut. Atas jasanya dalam mengurangi kerawanan pangan, kemiskinan, dan konflik, Norman Borlaug dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1970.
Demikianlah latar belakang Revolusi Hijau. Semoga bermanfaat.
Editor: Komaruddin Bagja