Latar Belakang Penetapan Hari Pahlawan 10 November, Ini Sejarahnya
“Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah, yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih, maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapa pun juga. Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap: merdeka atau mati!” kata Bung Tomo dengan menggebu-gebu.
Di akhir pidatonya, ia menyerukan takbir yang semakin membuat rakyat Surabaya bersemangat melawan musuh. Kekuatan Bung Tomo, yang merupakan pemimpin BPRI (Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia), dalam membakar semangat masyarakat Surabaya terbukti sangat berpengaruh.
Nah, jadi sudah jelaskan sejarah 10 November ditetapkan sebagai hari Pahlawan karena apa? Semoga tetap semangat ya!
Editor: Puti Aini Yasmin