Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hati-Hati Ada Perbaikan Jalan Tol Cipularang dan Padaluenyi hingga 20 Juni, Cek Lokasinya
Advertisement . Scroll to see content

Kurangnya Disiplin Awal Bencana di Jalan Raya, Simak Terus News RCTI+

Sabtu, 13 November 2021 - 16:08:00 WIB
Kurangnya Disiplin Awal Bencana di Jalan Raya, Simak Terus News RCTI+
Pelajaran dari kecelakaan artis Vanessa Angle dan Bibi Ardiansyah yang bisa diambil (iNews)
Advertisement . Scroll to see content

Faktor pengemudi seperti lalai, kelelahan, mengantuk, kurang terampil, tidak konsentrasi, terpengaruh narkoba tau alkohol, sambil bermain ponsel, dan sebagainya menduduki peringkat pertama penyebab kecelakaan lalu lintas fatal di jalan raya. Bisa dikatakan, human error menjadi faktor dominan sebagai penyebab kecelakaan. Faktor berikutnya adalah kondisi jalan, kondisi kendaraan, dan kondisi alam seperti cuaca.

Akumulasi dari faktor-faktor tersebut membuat angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia tergolong tinggi. Data yang disampaikan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menunjukkan, pada 2020 kecelakaan lalu lintas mencapai 100.028 kasus. Angka terendah terjadi dalam 5 tahun terakhir, apalagi saat pandemi Covid-19. Saat pandemi tersebut, mobilitas orang menurun drastis. 

Sebelumnya, sejak 2016 hingga 2020 angka kecelakaan mencapai 116.411 kasus. Dalam kurun 5 tahun itu, angka kecelakaan tertinggi terjadi pada 2019.

Masih menurut data MTI, setiap hari 60-80 orang meninggal seketika karena kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Artinya, setiap jam ada 2 sampai 3 orang yang meregang nyawa di jalan. Data ini hanya menghitung korban meninggal seketika di tempat kejadian. Jika menghitung korban luka berat yang akhirnya meninggal dunia dalam perawatan, angkanya pasti jauh lebih besar lagi.

Hal ironis, sebagian besar korban meninggal dunia itu masih berusia produktif. Pada rentang 2016-2020 korban berusia 15-24 tahun (usia muda produktif) menyumbang 18-26 persen. Disusul kemudian di peringkat kedua kelompok usia 15-19 tahun. Jadi boleh dikatakan kalangan milenial paling banyak menjadi korban keganasan lalu lintas di jalan raya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut