Kurangi Ketergantungan Dolar AS, RI Siap Terbitkan Panda Bond di China
Selain itu, Purbaya menilai perekonomian Indonesia saat ini tengah memasuki fase akselerasi. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,61 persen, meningkat dibandingkan periode sebelumnya.
Mengenal Patriot Bond, Obligasi Milik Danantara Incar Dana Segar Rp50 Triliun
"Kita memang sudah bisa membalik arah ekonomi. Dulu kan sebelumnya 5,39 (persen) sekarang 5,61 dibandingkan sebelum-sebelumnya 5 atau di bawah 5 sedikit kan. Jadi ekonomi kita sedang mengalami akselerasi," katanya.
Eks Ketua DK LPS ini menilai percepatan ini belum sepenuhnya disadari oleh pelaku pasar. Menurutnya, masih ada investor yang cenderung berhati-hati hingga menarik dana dari pasar modal. Padahal, ia melihat kondisi saat ini sebagai peluang.
"Itu yang tidak disadari banyak orang sehingga orang agak takut dan keluar dari pasar modal. Kan saya kemarin-kemarin bilang serok, serok, serok saja kalau mereka ikut mestinya nanti ke depan akan untung banyak," ujarnya.
Pemerintah, kata Purbaya, akan menjaga momentum pertumbuhan pada kuartal kedua melalui berbagai kebijakan. Koordinasi dengan bank sentral juga terus dilakukan untuk memastikan kondisi likuiditas tetap stabil. Selain itu, pemerintah berencana meluncurkan stimulus tambahan.
"Kita akan memberikan stimulus tambahan ke perekonomian yang nggak lama lagi akan diumumkan. Ya mungkin 1 Juni akan mulai Jalan," ucap Purbaya.
Editor: Puti Aini Yasmin