Kronologi Kematian dr Myta Memilukan, Masih Jaga Meski Sudah Diinfus dan Napas Sesak
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan mengumumkan hasil investigasi terkait meninggalnya dr Myta Aprilia Azmi, dokter internship di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi. Dari hasil investigasi tersebut, dr Myta diketahui sempat mengeluhkan sakit kepada sesama rekan internship hingga meminta bertukar jadwal jaga karena kondisinya semakin memburuk.
Dalam pemaparan investigasi, Kemenkes turut memutar empat voice note atau catatan suara yang dikirimkan almarhumah kepada rekan sesama dokter internship. Salah satu voice note berisi keluhan pilek dan demam panas yang dirasakan dr Myta sejak beberapa hari sebelum kondisinya memburuk.
“Kok keliatan sakit nian gitu, iya bang Myta pilek demam panas nih, silau ndak bisa buka mata,” demikian penggalan isi voice note tersebut, dikutip Kamis (7/5/2026).
Plt Dirjen Inspektorat Kementerian Kesehatan, Rudi Supriatna Nata Saputra mengatakan, keluhan batuk, pilek dan demam mulai disampaikan dr Myta kepada rekannya pada 1 April 2026. Menurutnya, kondisi sakit tersebut sebenarnya sudah muncul sejak 26 Maret dan sempat ditangani dengan pengobatan mandiri.
Kemenkes Angkat Bicara soal Kematian dr Myta Aprilia, Kirim Tim Investigasi ke Jambi
“Jadi dokter Myta sudah sakit semenjak tanggal 31 Maret. Jadi dokter Myta ini menyampaikan keluhannya ke dokter M yang merupakan rekan isip (internship) di tanggal 1 April,” kata Rudi.