Kritik Anggaran Rp48,7 M untuk Gorden Rumah Dinas DPR, Perindo: Lebih Baik Buat Bantu UMKM
JAKARTA, iNews.id - Ketua DPP Partai Perindo Bidang Organisasi dan Kaderisasi, Yusuf Lakaseng, mengkritisi anggaran Rp48,7 miliar untuk pergantian gorden rumah dinas DPR. Menurut Yusuf, anggaran tersebut lebih baik digunakan membantu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tengah menghadapi kesulitan di masa pandemi Covid-19 ini.
"Coba bayangin, kalau 48,7 miliar itu dipakai untuk membantu UMKM, begitu banyak lapangan kerja yang bisa terserap," kata Yusuf dalam Live MNC News, Selasa (29/3/2022).
Dia menjelaskan, di tengah pandemi Covid-19 ini, banyak sekali rakyat Indonesia yang harus kehilangan pekerjaan dan di-PHK oleh perusahaan. Bahkan, tak sedikit dari pengusaha yang gulung tikar akibat keadaan ekonomi yang serba sulit.
Menurut Yusuf, jika anggaran itu dialihkan untuk pemberdayaan yang bisa menyerap lapangan pekerjaan, maka hal ini jauh lebih bermanfaat dibanding harus mengganti gorden.
Yusuf mengingatkan, dalam situasi pandemi Covid-19 ini seharusnya anggaran dengan nilai yang fantastis seperti untuk penggantian gorden ini tidak lagi dilakukan.
"Rakyat lagi menderita, negara lagi cekak anggaran, lalu kok ada anggaran begitu besar, puluhan miliar dipakai untuk beli gorden," ujarnya.
Sebelumnya, Sekjen DPR Indra Iskandar menegaskan anggaran Rp48,7 miliar ini untuk penggantian gorden ini ditujukan untuk 505 rumah dinas anggota DPR. Satu rumah diperkirakan membutuhkan anggaran Rp90 juta sudah termasuk pajak.
"Untuk 505 unit rumah, itu per rumahnya rata-rata sekitar Rp80 juta sekian, sama pajak Rp90 jutaan per rumah," kata Indra di media center DPR, Jakarta, Senin (28/3/2022).
Editor: Reza Fajri