Kreatif! Mahasiswa UMM Ubah Limbah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aroma Terapi Bernilai Ekonomi
“Tantangan membuat lilin saat pertama kali itu harus memikirkan rumus yang tepat seperti berapa gram steric acid-nya dan essential oil-nya,” kata mahasiswa Hubungan Internasional tersebut.
Lilin buatan Jo dan tim tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga menawarkan aroma khas yang menenangkan, cocok untuk keperluan hotel, spa, hingga rumah pribadi. Dengan kemasan menarik dan sentuhan kreatif, lilin ini tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga bernilai estetika tinggi.
Kini, produksi lilin aromaterapi berbahan limbah jelantah mulai dijual ke hotel-hotel dan tempat spa. Penjualan online juga sedang dikembangkan untuk memperluas pasar.
"Karena bahannya dari minyak jelantah, produk ini termasuk dalam gerakan peduli lingkungan sekaligus menambah kreativitas warga yang membuatnya," ujar Jo.
Gerakan ini tidak hanya soal bisnis, tetapi juga edukasi sosial dan pelestarian lingkungan. Jo berharap, produk ini menjadi pintu masuk kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan memanfaatkan limbah rumah tangga secara kreatif.
“Kami melihat lilin aromaterapi dari minyak jelantah ini sebagai gerakan penyadaran lingkungan. Harapannya, masyarakat bisa berinovasi dan berkontribusi menjaga alam,” ucapnya.
Editor: Donald Karouw