KPK Amankan 5 Koper usai 14 Jam Geledah Kantor Kementan
JAKARTA, iNews.id - Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah selesai melakukan penggeledahan di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan) di Jalan Ragunan, Jakarta Selatan. Berdasarkan pantauan di lokasi, Sabtu (30/9) sekitar pukul 00.40 WIB, salah satu penyidik KPK keluar dari gedung Kementan.
Terlihat penyidik keluar dengan membawa dua koper berwarna hitam. Berselang 15 menit kemudian, terlihat penyidik lainnya keluar dengan membawa tiga koper yang dibawa menuju kendaraan KPK.
Dengan begitu, total ada lima koper yang diamankan dari Kantor Kementerian Pertanian selama hampir 14 jam penggeledahan.
Penyidik KPK tidak mengeluarkan pernyataan apa pun saat ditanya awak media terkait apa saja isi dari koper yang dibawa
Digeledah KPK, Begini Situasi Terkini di Kantor Kementan
Sebelumnya, Tim KPK rampung menggeledah rumah dinas Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di Jalan Widya Chandra V Nomor 28, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tim mengamankan uang asing dan pecahan rupiah dari rumah dinas Mentan tersebut.
Infografis KPK Temukan Senpi di Rumah Dinas Mentan
"Dari informasi yang kami peroleh, dari tim penyidik di lapangan, ditemukan antara lain sejumlah uang rupiah dan bentuk mata uang asing," kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (29/9).
Dalam kesempatan itu, Ali juga mengakui bahwa tim KPK membawa alat mesin penghitung uang saat menggeledah rumah dinas Syahrul Yasin Limpo. Hal itu dilakukan agar uang yang diamankan dapat dihitung secara akurat.
KPK Geledah Ruang Kerja Syahrul Yasin Limpo di Kementan
"Dibawa alat penghitung uang, betul, tim penyidik membawa untuk menghitung secara akurat jumlah uang yang ditemukan dalam proses penggeledahan," jelas Ali.
Selain uang, tim juga mengamankan sejumlah dokumen catatan keuangan serta barang bukti elektronik dari rumah dinas Syahrul Yasin Limpo. Barang-barang yang diamankan tersebut selanjutnya akan dianalisa guna proses penyitaan.
Editor: Ahmad Antoni