Kontak Senjata TNI dan KKB Pecah di Teluk Bintuni Papua Barat Daya, 1 Prajurit Gugur
Kontak tembak berlangsung sengit di area terbuka hingga sekitar pukul 15.30 WIT hingga pasukan TNI berhasil mengevakuasi korban. Dari catatan lapangan, peluru yang mengenai korban diduga ditembakkan dari jarak dekat. Selain itu para pelaku melucuti perlengkapan militer korban.
Dalam serangan itu, satu pucuk senjata DMR dengan optik, tiga magazin berisi 60 butir peluru kaliber 5,56 mm serta helm dan rompi tempur dinyatakan hilang. Barang prajurit TNI gugur ini diduga dirampas oleh kelompok bersenjata.
Beberapa jam setelah insiden, TPNPB Kodap IV Sorong Raya mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Dalam unggahan di media sosial Facebook, kelompok itu mempublikasikan video penyerangan dan perayaan setelah berhasil merampas senjata laras panjang milik prajurit TNI.
Hingga berita ini diterbitkan, Kodam XVIII Kasuari belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi redaksi kepada Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari Letkol Inf Justianus Daniel Panusunan Manalu belum mendapat tanggapan.
Sumber di lapangan menyebutkan, situasi di Distrik Moskona Utara berangsur kondusif, namun aparat memperketat penjagaan di sekitar Pos Moyeba dan jalur penghubung antar kampung