Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 3 Prajurit Gugur, Istana Minta TNI di Lebanon Tingkatkan Kewaspadaan
Advertisement . Scroll to see content

Komnas HAM: Polda Metro Akui Penyiram Air Keras Aktivis KontraS Sama dengan Versi TNI

Senin, 30 Maret 2026 - 15:24:00 WIB
Komnas HAM: Polda Metro Akui Penyiram Air Keras Aktivis KontraS Sama dengan Versi TNI
Komisioner Komnas HAM, Saurlin Siagian (kiri) menyebut, Polda Metro Jaya mengakui pelaku yang mereka bongkar sama dengan yang diungkap TNI (foto: Riyan Rizki)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah meminta keterangan Polda Metro Jaya terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Komisoner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin Siagian menyebut, Polda Metro Jaya mengakui, pelaku yang mereka bongkar sama dengan yang diungkap pihak TNI.

Sebelumnya, inisial yang disampaikan Polda Metro sempat berbeda dengan inisial yang diungkap TNI. Polda Metro awalnya mengungkap inisial pelaku adalah BHC dan MAK, sementara dari TNI yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW dan Serda ES

"Saya kira sudah ada kesesuaian juga. Pihak PMJ juga sudah menyampaikan empat ya. Jadi tidak ada perbedaan. Perbedaan inisial itu kami konfirmasi bukan perbedaan signifikan, mereka mengatakan itu orang yang sama, kira-kira begitu," kata Saurlin di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026).

Saurlin menyatakan, pihak Polda Metro Jaya tetap melanjutkan penyidikan yang sudah berjalan. Pendalaman terus dilakukan termasuk untuk mencari apakah ada keterlibatan pihak sipil dalam kasus penyiraman air keras tersebut.

"Pihak Polda Metro Jaya masih mendalami keterlibatan pihak yang non-TNI ya, masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut. Kita akan menunggu hasil penyelidikannya," ujar dia.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut