Kolaborasi Lintas Kementerian Jadi Strategi Kemenpar Wujudkan Pariwisata Berkualitas
Selain ekonomi, aspek kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian. Kemenpar bekerja sama dengan BGN untuk mendukung program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui enam politeknik pariwisata, Kemenpar akan memberikan pelatihan tata boga, pendampingan SDM, dan melibatkan desa wisata sebagai pusat layanan gizi masyarakat.
“Sebelum MoU ini pun, kami sudah melatih 1.600 calon kepala dapur untuk mendukung program makan bergizi. Ini adalah bentuk nyata kontribusi pariwisata dalam pembangunan manusia Indonesia,” tambah Menteri Widiyanti.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyambut baik kerja sama ini dan menyoroti peran politeknik pariwisata sebagai pusat pelatihan yang telah menghasilkan produk makanan berkualitas. “Kami sedang melayani 15 juta penerima manfaat, dan menargetkan 82,9 juta hingga akhir tahun. Dukungan dari Kemenpar akan sangat signifikan,” kata Dadan.
Dalam hal keselamatan wisatawan, Kemenpar menggandeng BASARNAS untuk memperkuat pelatihan penanganan darurat, membangun sistem komunikasi terpadu, dan memastikan kesiapsiagaan di destinasi wisata alam dan prioritas. “Satu nyawa adalah investasi negara. Kolaborasi ini akan memperkuat sistem respons cepat di lapangan,” ungkap Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii. Ia juga menekankan pentingnya edukasi penanganan bencana bagi pelaku wisata lokal agar mampu melakukan respons awal secara mandiri.
Kemenpar juga menaruh perhatian besar pada isu lingkungan. Bersama KemenLH, mereka akan fokus pada pengelolaan sampah, harmonisasi kebijakan, dan pembangunan infrastruktur ramah lingkungan di kawasan wisata. Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menegaskan bahwa pariwisata bisa menjadi motor ekonomi nasional, namun harus didukung oleh komitmen kuat terhadap isu lingkungan. “Koordinasi yang kuat dan pertukaran informasi antarlembaga akan mempercepat penyelesaian masalah sampah di destinasi wisata,” ujar Diaz.
Melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga ini, Kemenpar menegaskan bahwa sektor pariwisata tidak bisa berjalan sendiri. Ia menjadi bagian dari visi besar pembangunan nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. “Langkah-langkah ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci agar pariwisata kita tidak hanya tumbuh, tetapi juga memberi dampak luas bagi bangsa. Mari terus jaga semangat bersama demi Indonesia yang lebih sehat, sejahtera, dan lestari,” tutup Menteri Widiyanti.
Editor: Komaruddin Bagja