Kisah Wali Songo Termuda Sunan Muria Ubah Tradisi Sesajen
Sunan Muria wafat pada tahun 1551 Masehi dan dimakamkan di atas puncak Gunung Muria. Makam Sunan Muria berada di bagian utara kompleks yang terdapat dalam bangunan cungkup dengan atap sirap dua tingkat.
Di bagian timurnya terdapat makam dari putri Sunan Muria yang bernama Raden Ayu Nasiki. Sedangkan, pada bagian selatan mihrab terdapat makam dari Panembahan Pengulu Jogodipo, putra Sunan Muria.
Sebagai sosok yang berpengaruh di masyarakat, Sunan Muria memiliki banyak peninggalan yang berunsur Islam. Dari Masjid Sunan Muria, situs air gentong, pari joto, pakis haji hingga bulusan dan kayu adem jati.
Masjid Sunan Muria terletak di puncak Gunung Muria di ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut. Di dalam masjid terdapat beberapa benda yang pernah biasa dipakai oleh Sunan Muria semasa hidup. Untuk mencapai ke sana, pengunjung harus berjalan sejauh 3 km.
Masjid Sunan Muria sering mengalami perubahan, tapi beberapa bagiannya masih dipertahankan sampai saat ini. Salah satu bagian yang dipertahankan adalah tempat imam yang menjorok ke dalam.
Hal ini memiliki makna bahwa umat Islam harus mementingkan kepentingan akhirat daripada duniawi. Benda lain yang dipertahankan keasliannya yakni bedug yang terbuat dari kayu jati dengan ukiran naga serta ayam jantan.
Editor: Faieq Hidayat