Kisah Pengupas Kerang Hijau di Kampung Cilincing
Selain itu pengupas kerang lainnya, Santi (37) mengaku membantu untuk kebutuhan biaya hidup sehari-hari.
"Suami kerja hanya kuli kasar, jadi nggak tentu pendapatannya. Meskipun hasilnya tidak terlalu besar tapi bisa membantu untuk kebutuhan sehari-hari meskipun masih sangat kecil," kata Santi.
Sementara Tina (50) menyebutkan dirinya sebenarnya ingin memiliki usaha dagang dan membuka warung namun belum memiliki uang yang cukup. Kalau Kuli (pengupas kulit kerang hijau) nggak pakai modal cuma tenaga. Tapi kalau ke depannya ada modal mau aja usaha buka warung," kata Tina.
Karina (57) juga menceritakan bahwa sehari pernah mengupas kulit hingga 10 kilogram. Meskipun pekerjaannya sepele, namun tak jarang tangannya terkena serpihan kerang.
"Ya kadang tergores karena tidak hati-hati. Soalnya bagian ujungnya ini cukup tajam kalau gak hati-hati membuka kerangnya," ucap Karina.