Kisah Nabi Muhammad SAW yang Menggetarkan Hati untuk Peringatan Maulid Nabi
Seketika itu, Abu Lahab berteriak, "Celakalah kau, Muhammad, hanya untuk inikah kami dikumpulkan?"
Sejak saat itu, kaum Quraisy terus merintangi dakwah Rasulullah. Mereka mengejek, menghina dan melempari Nabi Muhammad dengan kotoran. Mereka juga menyiksa pengikut Nabi Muhammad, terutama dari kalangan budak.
Perkataan Abu Lahab pun dibantah oleh Allah melalui firman yang turun dalam Quran surat Al-Lahab ayat 1-5, "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia! Tidak berguna baginya harta dan apa yang dia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api neraka yang bergejolak. Dan begitu juga istirnya, pembawa kayu bakar (penebar fitnah) Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal."
Nabi Muhammad pun terus berjuang dalam mendakwahi umat di muka bumi walau dengan berbagai rintangan. Pada tahun ke-13 kenabiannya, Nabi Muhammad pindah berhijrah ke Madinah bersama para pengikutnya.
Di sana, Rasulullah dan para pengikutnya lebih diterima. Rasulullah pun secara terang-terangan mulai berdakwah hingga akhir hayatnya. Adapun, wahyu terakhir dari Allah SWT yang turun adalah Quran surat Al-Maidah ayat 3
"Pada hari ini, telah Aku sempurnakan agamamu untuk agamamu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.."
Tidak lama setelah itu, Nabi Muhammad jatuh sakit di rumahnya. Ia pun meninggal dunia pada 12 Rabiul Awal pada usia 63 tahun. Semoga kisah Nabi Muhammad SAW yang menggetarkan hati di atas bisa menambah keimanan kita ya di momen Maulid Nabi ini.
Editor: Puti Aini Yasmin