Kisah Mahasiswa RI Jalani Puasa di Rusia: Tahan Lapar dan Haus hingga 15 Jam
"Kita pasti bareng, kita sahur keluar beli makanan dan di sini ada resto 24 jam kaya Uzbekistan, Kazakhstan dan kita keluar pagi-pagi jam 3 masih gelap ke restoran untuk sahur. Kalau buka puasa masak bareng masak telur balado, sambal goreng ati kentang sampai nguasain dapur asmara," ucapnya sambil tertawa.
Ternyata puasa juga tidak ia laksanakan sendiri. Menurut Abay, banyak orang asing di Rusia yang penasaran dengan ibadah yang ia laksanakan. Uniknya lagi, salah satu dari temannya justru ikut mencoba puasa bersamanya.
"Ada pengalaman orang Rusia ikutin puasa tapi tujuannya bukan untuk ibadah, namun diet. Buka magrib dan sahur. Jadi dari pagi sampai malam nggak minum. Sebulan itu ngikutin, memang nggak pure, jadi kalau nggak kuat minum saja atau makan buah sekali," katanya.
Untuk berpuasa, Abay harus menahan lapar dan haus selama kurang lebih 13-15 jam. Ia biasa sahur pukul 4 pagi dan berbuka di pukul 7 malam. Menurutnya, di tahun lalu puasa yang dijalani lebih menantang karena matahari baru terbit pada pukul 9 pagi sehingga waktu tenggelamnya pun lebih lama.
"Sekarang musimnya ini baru normal karena mau ke musim panas, ini kita baru normal lagi muncul (matahari) jam 6 atau setengah 6. Aku tahun pertama terasa masih malam karena masih gelap, jadi matahari tenggelam makin lama jam 8," ujar dia.