Kisah Kekalahan Pasukan Mongol atas Majapahit, Siasat Cerdik dari Raden Wijaya
Kala diutus oleh Kertanegara untuk berperang dengan pasukan musuh di sisi utara, Raden Wijaya justru mendapat serangan hebat dari sisi selatan. Akibatnya, Raden Wijaya memutuskan untuk kembali ke istana, hanya untuk menemukan kondisi istana yang hancur dan Raja Kertanegara sudah tewas.
Raden Wijaya tidak menyerah dan meminta bantuan kepada Arya Wiraraja, seorang Adipati Shongenep (Sumenep) di Madura, bersama dengan pasukannya yang setia. Arya Wiraraja memberikan saran agar Raden Wijaya berpura-pura menyerah untuk memperoleh kepercayaan.
Pada akhirnya, Jayakatwang percaya dan memberikan wilayah kekuasaan di daerah Alas Terik untuk didirikan sebagai pedukuhan yang kemudian diberi nama Majapahit. Nama Majapahit berasal dari kata "Maja" dan "Pahit" yang merujuk pada "buah maja yang berasa pahit", mengingat banyaknya buah maja yang ditemukan di wilayah tersebut.
Dengan bantuan pasukan Majapahit dan prajurit Arya Wiraraja, mereka membuka hutan dan mendirikan pedukuhan. Raden Wijaya menunggu saat yang tepat untuk membalas dendam kepada Jayakatwang dan merebut tahta Singasari.
Pemerintahan Kertanegara dan Singasari hanya bertahan sampai tahun 1292. Setahun setelahnya, tentara Khubilai Khan yang terkenal kuat datang untuk menghukum Kertanegara karena melukai utusan Mongol (Tartar).