Kisah Inspiratif Tuwuh yang Lulus S2 dengan IPK Sempurna sembari Jadi Kepala Sekolah
Lebih lanjut, Tuwuh mengaku masa terberat yang pernah dilewati, yaitu pada semester satu dan dua. Selain masih banyak sks atau mata kuliahnya, juga banyak tugas-tugas yang harus dikerjakan, mulai dari riset hingga analisi.
Bahkan, ia mengaku pernah kewalahan karena harus membagi waktunya dengan berbagai hal. Namun baginya ia tidak boleh menyerah.
“Saya sempat kewalahan awalnya. Saat itu ibu saya terbaring di rumah sakit untuk proses penyembuhan dari paparan Covid-19. Itu pas saya ujian semester berlangsung. Tetapi saya terus berjuang, sabar dan terus pada komitmen awal. Saya tidak boleh menyerah dan akhirnya sampai di titik ini,” kata dia.
Selain itu, tantangan di semester akhir tentu masalah tesis. Untuk penelitian akhirnya, dia mengangkat tesis berjudul ‘Pengembangan Bahan Ajar Teks Fiksi Berbasis Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Literasi Membaca Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar’.
Judul tersebut ia ambil atas dasar keprihatinannya terhadap rendahnya angka literasi di Bojonegoro, utamanya anak jenjang sekolah dasar. Baginya, makna literasi yang sesungguhnya adalah kemampuan untuk membaca dan memahami maksud dari suatu bacaan yang kemudian diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.