Kisah Inspiratif Rofi Anak Penjual Jerami, dari Penjaga Konter HP Kuliah Gratis di UGM
Pendapatan sebagai sopir jerami tak menentu, hanya sekitar Rp1,5 juta per bulan, tergantung banyaknya permintaan. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, Timbul dan istrinya Darini (52), harus pandai-pandai bertahan. Namun keterbatasan itu tak menyurutkan kasih sayang dan harapan mereka terhadap Rofi.
“Suami saya berangkat pagi-pagi buta, pulangnya kadang malam, cuma untuk bisa bawa uang Rp100.000,” ucap Darini dengan mata berkaca.
Sebagai anak bungsu dari dua bersaudara, Rofi tumbuh mandiri dan penuh empati. Apalagi setelah kepergian sang kakak, yang selama 27 tahun dirawat penuh kasih oleh sang ibu karena lumpuh sejak kecil.
“Kakak saya berpulang tahun lalu. Selama hidupnya, Ibu tak pernah lelah merawat dan mengurusnya, bolak-balik rumah sakit,” kata Rofi.
Kondisi itulah yang membentuk pribadi Rofi menjadi anak yang tangguh dan penuh empati. Dia terbiasa belajar hingga jam satu atau dua dini hari, apalagi saat menghadapi ujian. Sejak SD hingga SMP, prestasinya nyaris tak pernah luput dari ranking satu.