Kisah Inspiratif Mantan Cleaning Service dan Kuli Bangunan Jadi Dosen
Saat ia tinggal di panti asuhan, Ayahnya meninggal dan hal tersebut membuat dirinya semakin kehilangan sosok figur di keluarga. Kehilangan, keterbatasan serta kesulitan membuat dirinya semakin tangguh dan membuat dirinya harus lebih tekun belajar agar tidak tertinggal.
Ia pun berhasil masuk ranking 3 besar di kelas dan mampu menempuh sekolah hingga jenjang sekolah atas.
“Syukurlah waktu itu, setelah melewati banyak kejadian saya lebih fokus belajar dari SMP hingga SMK. Saya masuk 3 besar di kelas dan mulai saat itulah saya berani bermimpi besar,” kata Lukman.
Tak cuma bersekolah dan mengaji, demi bisa jajan seperti anak-anak lainnya, saat itu Lukman memutuskan bekerja menjadi penyiar radio dengan gaji Rp100.000 tiap bulannya.
Saat lulus dari SMK ia sempat pulang ke Trenggalek dan tinggal bersama neneknya. Ia memiliki keinginan untuk berkuliah namun hal itu hanya sebatas angan-angan saja. Keputusan itu karena keterbatasan biaya yang dimiliki.